Belajar & Menyusun Puzzle

Teruntuk semua orang yang sedang belajar, terutama anak-anak FK USK yang sedang belajar mikrobiologi dengan saya.

Kadang kala belajar itu memang terasa berat, bosan, jenuh, mengantuk. Inginnya tidur dirumah, nonton drakor, main game.. Saya juga pernah merasakan itu.

Tapi tetaplah berusaha, paksakan diri. Supaya kepingan puzzle mu banyak.

Belajar itu seperti mengumpulkan keping-keping puzzle. Beberapa keping akan diberikan oleh guru/dosen. Banyak atau sedikit yang didapat tergantung besar niat untuk belajar yang Kau bawa.

Selebihnya Kau harus mengumpulkan keping-keping puzzle-mu sendiri. Searching, browsing sejauh hasrat belajarmu, ketekunan dan usahamu. Semakin jauh, semakin banyak kepingan yang didapat.

Selanjutnya Kau masih harus mengorbankan waktu luangmu dan waktu istirahatmu untuk menyusun keping-kepingan itu menjadi gambaran yang jelas. Saling berhubungan satu sama lain.

Sehingga pada akhirnya kau dapat melihat betapa indahnya mahakarya hasil usaha kerasmu.

Mereka yang punya sedikit kepingan hanya mendapatkan gambaran yang buram. Tidak dapat menghubungkan. Bagi mereka yang punya sangat sedikit kepingan, demam mungkin hanyalah sebatas demam berdarah, tipes dan malaria.

Sementara bagi mereka yang punya banyak, mereka akan melihat gambaran yang lebih jelas, lebih holistik. Demam bagi mereka adalah banyak kemungkinan. Mereka punya daftar diagnosis banding yang banyak tersusun rapi. Demam bisa saja inflamasi, infeksi atau unknown origin (karena selalu ada hal yang masih menjadi misteri). Ketidak-mungkinan yang perlu disingkirkan satu persatu untuk menegakkan diagnosis yang paling mungkin, paling sesuai.

Mereka yang mendapat gambaran yang jelas akan dengan mudah menegakkan diagnosis, menentukan pemeriksaan dan tatalaksana pasien selanjutnya.

Maka luruskanlah niat belajarmu sejak awal. Niat itu adalah timba-mu untuk menimba ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *