Kunang-kunang sudah mati
Masa itu, di kampungku belum ada listrik. Setiap malam menjelang, tupoksi bapak-bapak (dan abang-abang) menyalakan lampu petromak. Tupoksiku, ke warung Pak Amat membeli spiritus sebagai bahan bakarnya. Atau sesekali membeli lampunya yang seperti kain itu bila yang lama sudah hancur. Kami tinggal di Lampoh Bungong, dekat Blang Raya (sawah besar). Gampong Cotlamkuweueh, Meuraxa. Beberapa kali, …
