Dia tumbuh baik sebagai anak kampung, bungsu dari banyak saudara. Kepintarannya mungkin di atas rata-rata. Tidak semua anak dapat menggembala sepuluh kerbau, dengan mudah membuat mereka patuh turut perintahnya.
Dia disukai teman-temannya, tutur katanya santun, budinya baik. Tidak pernah dia tunjukkan kesulitan dan beban yang ditanggungnya.
Bukan masalah kemampuan, hanya saja dia tidak punya pilihan. Tidak ada kesempatan.
Seandainya dia bisa bersekolah dengan layak, seandainya dia bisa memilih profesi sesuai harapan, dan bekerja dengan baik, mungkin kisah cintanya tidak akan berakhir menyedihkan seperti itu.

Thanks for your blog, nice to read. Do not stop.
Thanks Mark.