Dia ditinggalkan lagi. Begitu saja tanpa dihiraukan. Dia diabaikan lagi, bak seonggok benda mati tanpa hati. Dia sudah ditinggalkan berkali-kali.
Sebagai manusia, entah bagaimana waktu telah mengganti wujudnya. Dia hanya mendapati dirinya yang suram. Dia sudah lupa bagaimana rasanya dihormati, didukung dan diperjuangkan. Dia sudah lupa bagaimana rasanya dicintai.
Dia diam saja. Dia sedih, tapi sudah lupa harus bagaimana.
Semakin hari, dia semakin kuat memeluk hatinya sendiri. Karena hanya itu miliknya yang berharga. Dibungkusnya dengan rapat, tidak ingin lagi dia membaginya.
Dia sudah menyerah. Dia sudah lupa rasanya memiliki tumpuan, seseorang yang dapat diandalkan.
Tidak ada lagi gembira dan kehangatan di wajahnya. Dia sudah lupa bagaimana rasanya bahagia.
