Kepada Langit

Sore adalah tanda, baginya untuk mengambil jeda. Sebelum besok melanjutkan irama yang sama. Setiap sore saat pulang, sebelum menutup hari itu, ia selalu menatap langit barat. Sesaat ia bercerita, tanpa harus memilah kata. Tentang penatnya hari itu, segala rasa di hatinya. Waktu yg berjalan semakin cepat, yang semakin tak mampu dijajarinya.

Langit senja selalu menghangatkan hatinya, tak menghakimi. Tak pernah kasar dan buruk rupa. Langit sore tampak selalu gagah, lembut dan berwibawa. Dalam warna merah muda hingga jingga. Dalam diam mengantarkan dunia kepada malam.

Bercerita dengan kata-kata sulit baginya, karena tidak ada telinga yang dapat mendengarkannya. Lebih dari itu, sesungguhnya bukan saja telinga, ia butuh pikiran yang cerdas dan jiwa yang bijaksana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *