(Kepada junior yang menganggapku sebagai seniornya) Adinda…
(Kepada yang menganggapku sebagai guru atau orang tua) Ananda…
Bila Kau ada kemudahan rezeki, maka berhematlah, tabunglah. Sebagai bekalmu menempuh perjalanan yang masih jauh. Bukan aku tak hendak menerima, bukankah rezeki tak pantas ditolak? Aku hanya malu kepada Ia yang Maha Memberi, Maha Mencukupkan.
Tak perlulah Kau berikan aku hadiah aneka rupa.
Bila Kau tetap ingin melakukannya, untuk sekedar menunjukkan terimakasih atau menjaga silaturahmi maka bolehlah Kau mengucap doa yang tulus dan memanjatkan harapanmu untukku di hadapanNya. Boleh pula Kau buat ucapan melalui surat atau pesan singkat. Sesekali boleh juga Kau mengunjungiku.
Jalanmu masih panjang terbentang. Pergilah lebih jauh, belajarlah lebih banyak. Asahlah pantang menyerahmu. Hapuskan rasa putus asa. Pupuklah tabahmu. Doaku kepada Tuhan untuk memberimu banyak kemudahan, memberimu hati yang terang serta pemahaman yang dalam. Bawa pulang cita-citamu.
Saat kelak kita bertemu lagi, Kau akan melihat senyum yang lebih lebar di wajahku. Karena itulah hakekat hadiah terbaik untukku.
