Saya adalah seorang yang buta huruf. Saya sungguh buta kalau disuruh membaca atau menulis dalam bahasa Cina, India, Jepang, Thailand, Korea, Sansekerta dan bahasa2 lainnya yang asing bagi saya. Dulu pernah ikut kursus bahasa Jepang dan bahasa Mandarin. Khusus bahasa Mandarin, saya langsung menyerah pada pertemuan pertama.
Intinya, seseorang yang buta huruf tetaplah seseorang. Ia sama seperti kita juga, manusia. Bukan untuk direndahkan karena illiterasinya. Bisa saja ia tidak punya kesempatan untuk belajar, atau apalah. Ia pasti punya alasan untuk itu.
Mungkin saja ia buta huruf latin, namun sangat mahir dalam membaca AlQuran dan kitab-kitab yang Kau sendiri masih terbata-bata mengejanya.
Sudahlah, setiap orang pasti punya kemampuan lain yang sangat dikuasainya. Yang dilakukannya berulang-ulang untuk bertahan hidup. Suatu hal yang ia sudah sangat ahli. Mungkin memasak, mencuci, membersihkan.
Lagi pula, setiap orang masih bisa belajar selama ia punya otak yang sehat. Tak perlu sombong karena Kau pandai membaca. Karena kesombonganmu itu adalah kebodohan yang nyata.
