Sympathetic Ophthalmia

Sympathetic ophthalmia (SO) adalah peradangan mata yang sangat jarang terjadi, namun sangat serius. Kondisi ini dapat terjadi setelah satu mata mengalami cedera, bisa karena tusukan tembus akibat benda tajam atau setelah operasi di dalam mata, terutama tindakan yang kompleks. Hal yang penting diingat tentang SO adalah bahwa setelah satu mata terluka atau dioperasi, mata sebelahnya yang sehat juga dapat ikut meradang. Bila terlambat dikenali dan ditangani, peradangan ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan menetap. Bahkan kebutaan.

Mata memiliki sistem perlindungan khusus sehingga bagian dalamnya biasanya tidak terlalu dikenali oleh sistem kekebalan tubuh. Saat terjadi luka berat atau operasi intraokular, sebagian jaringan dan protein dari dalam mata dapat terekspos. Pada sebagian kecil orang, sistem imun kemudian salah mengenali protein tersebut sebagai benda asing. Suatu ketidakmampuan membedakan self dan non-self. Akibatnya, sel imun menyerang jaringan mata bukan hanya pada mata yang terluka, tetapi juga pada mata sebelahnya yang sehat. Kondisi ini termasuk penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri.

Keluhan dapat muncul beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah cedera atau operasi mata. Gejala yang mungkin dirasakan antara lain berupa penglihatan mulai buram atau menurun, mata lebih sensitif terhadap cahaya, mata terasa nyeri, tidak nyaman, atau berair. Mata bisa tampak merah, muncul bintik-bintik, kabut, atau seperti ada layang-layang (floaters) dalam penglihatan. Pada kasus berat, penglihatan dapat turun cukup cepat.

Dokter mata dapat menemukan tanda peradangan di bagian depan dan belakang mata, termasuk pembengkakan jaringan di dalam mata atau penumpukan cairan di bawah retina. Diagnosis SO terutama didasarkan pada dua hal yaitu adanya riwayat cedera tembus atau operasi pada salah satu mata serta timbulnya peradangan pada kedua mata, terutama pada mata yang sebelumnya tidak cedera.

Pemeriksaan seperti Optical Coherence Tomography (OCT), angiografi mata, dan USG mata dapat membantu melihat kondisi retina, koroid, serta adanya penumpukan cairan. Dokter mata juga biasanya melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan peradangan tersebut bukan disebabkan oleh infeksi, seperti tuberkulosis atau sifilis. Kondisi SO dapat menyerupai penyakit lain bernama Vogt–Koyanagi–Harada (VKH). Bedanya, VKH biasanya tidak didahului cedera atau operasi mata dan dapat disertai keluhan di luar mata, misalnya perubahan warna kulit, rambut memutih, rambut rontok, atau keluhan menyerupai radang selaput otak.

Kejadian SO membutuhkan penanganan cepat oleh dokter spesialis mata, terutama subspesialis uveitis bila memungkinkan. Pengobatan utamanya adalah obat antiinflamasi kuat, biasanya kortikosteroid dosis tinggi, untuk segera menekan peradangan. Karena penyakit ini dapat berlangsung lama atau kambuh, dokter juga dapat menambahkan obat penekan sistem imun agar dosis steroid dapat diturunkan dan peradangan tetap terkendali.

Pemantauan rutin sangat penting untuk menilai apakah peradangan sudah membaik. Memantau pemulihan retina dan ketajaman penglihatan, mendeteksi komplikasi seperti katarak, glaukoma, atau gangguan retina. Setelah cedera mata berat atau operasi intraokular, jangan abaikan keluhan penglihatan buram, mata merah, nyeri, atau silau, terutama bila keluhan muncul pada mata yang sebelumnya sehat. Pemeriksaan segera dapat membantu mencegah kerusakan penglihatan yang permanen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *