Showing 4 Result(s)

Tuan Pasien Kusta

Gontai, Tuan berjalan menyusuri koridor. Lorong rumah sakit masih panjang, sepi dan pucat. Langkahnya pelan. Sendiri. Tanpa sanak menemani, tanpa sanak menunggui. Tadi itu, dokter ahli menegurnya. Kenapa Tuan baru datang lagi? Sudah berapa lama Tuan tidak kemari? Tuan hanya menunduk. Tuan terlambat bukan karena tak sempat. Bukan pula karena alpa, lupa. Nyonya melarang Tuan …

Retrouvailles

Kemarin, kota tidak berubah, hanya saja, sorenya lebih indah. Di antara suara kendaraan, dan orang-orang berjualan, mata buramku masih bisa mengenalimu. Pun sebaliknya. Tiba-tiba waktu menyusut. Dua puluh lima tahun seperti baru kemarin saja. Waktu itu, saat kita masih muda, kita belum paham betapa cepat waktu berlari. Dan hidup, punya misterinya sendiri-sendiri. Kemarin sore, kita …

Ini, bukan tentang itu.

Tanpa pernah kita rencanakan, tiba‑tiba saja kita saling berpapasan di jalan. Entah sejak kapan kita beriringan, mengendarai kendaraan masing‑masing berdampingan. Namun ini bukan tentang mengemudikan kendaraan. Mungkin semesta yang mengatur semuanya. Sore hari, ketika lalu lintas sedang ramai‑ramainya, membawa orang-orang pulang. Kita terselip di antara arus itu. Namun ini bukan tentang arus lalu lintas. Kita …

Bunga Asan

Musim ini di penjuru kota| musim kembali pohon asan berbunga| musim angin bertiup tak tentu arah|| Kelopak mungil jatuh berkejaran| bermain bersama angin| yang datang & pergi sesuka hati|| Wahai angin,| kabarkanlah tentang kisah di balik awan| ceritakan tentang lautan| kelopak kecil penasaran|| Wahai angin,| rehatlah sekejap| kemari mendekat| ceritakanlah cepat|| Umur kelopak terlalu singkat|||