Retrouvailles

Kemarin, kota tidak berubah, 
hanya saja, sorenya lebih indah. 

Di antara suara kendaraan,
dan orang-orang berjualan, 
mata buramku
masih bisa mengenalimu. 

Pun sebaliknya. 

Tiba-tiba waktu menyusut. 
Dua puluh lima tahun 
seperti baru kemarin saja. 

Waktu itu, 
saat kita masih muda, 
kita belum paham 
betapa cepat waktu berlari. 

Dan hidup, 
punya misterinya sendiri-sendiri. 

Kemarin sore, 
kita adalah dua orang teman,
membawa dua puluh lima tahun cerita, 
yang tidak saling kita bagikan. 

Wajah masih sama, 
bertambah sedikit kerutan saja, 
garis-garis halus dan kedewasaan. 

Bukankah kita saling bersyukur, 
mendapat kesempatan ini,
berjumpa lagi baik-baik 
tampak bahagia di jalan masing-masing.

Kita berbicara 
selayaknya dua orang dewasa, 
obrolan sopan 
tentang pekerjaan dan sekolah. 

Ada kehangatan 
ketika kita berjabat tangan 
dan saling menguatkan. 

Saat berpisah, 
Kau menyeberang jalan 
dan aku melanjutkan hidup 
yang begitu-begitu saja. 

Kita sama-sama menuju hari esok 
dengan cerita dan kejutan-kejutannya 
yang kemungkinan besar 
tidak akan saling kita bagikan. 

Namun waktu, 
selalu membawa hikmah 
yang pelan-pelan belajar kita terima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *