Tuan Pasien Kusta
Gontai, Tuan berjalan menyusuri koridor. Lorong rumah sakit masih panjang, sepi dan pucat. Langkahnya pelan. Sendiri. Tanpa sanak menemani, tanpa sanak menunggui. Tadi itu, dokter ahli menegurnya. Kenapa Tuan baru datang lagi? Sudah berapa lama Tuan tidak kemari? Tuan hanya menunduk. Tuan terlambat bukan karena tak sempat. Bukan pula karena alpa, lupa. Nyonya melarang Tuan …
