Semua orang pasti pernah terluka, atau paling tidak, pernah melihat luka. Luka adalah kerusakan permukaan yang membuat jaringan di bawah kulit atau mukosa menjadi terbuka untuk paparan dunia luar. Ini tentang luka fisik, bukan luka batin.
Masalah luka antara lain; jaringan mati, eksudasi dan infeksi.
Luka harus dirawat dengan sangat serius supaya cepat sembuh. Seperti kulit sehat, luka tetap harus dijaga kelembabannya. Bila terlalu kering akan desikasi, terlalu basah akan maserasi dasar lukanya. Keduanya menghambat proses penyembuhan.
Masalah infeksi ditatalaksana dengan terapi antimikroba dan kontrol sumber infeksi (debridement). Masalah jaringan mati dan eksudasi juga diatasi dengan debridement, suatu prosedur membuang jaringan rusak/mati/terinfeksi, pus dan debris untuk memfasilitasi proses penyembuhan dari jaringan yang masih sehat.
Debridement luka dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Pertama, secara pembedahan (surgical); dilakukan di ruang operasi di bawah pengaruh anestesi. Pasien lebih nyaman, lebih aseptik, pembuangan jaringan dapat lebih agresif.
Kedua, secara mekanikal; menggunakan kasa, pinset, bisturi, irigasi dan dilakukan di ruang rawat. Cara ini harus dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Kasa basah/lembab tidak boleh mengenai kulit sehat, karena dapat memicu timbul luka baru.
Ketiga, secara autolitik; dengan memberikan bahan yang dapat mengaktifkan enzim autolisis dalam sel tubuh pasien sendiri untuk mencerna jaringan yang sudah rusak/mati. Misalnya perawatan luka menggunakan madu/propolis.
Keempat, secara enzimatis; memberikan enzim eksternal yang dapat mencerna jaringan luka. Misalnya enzim bromelain dan papain. Metode ini kurang selektif, jaringan sehat dapat juga terkena dampaknya.
Kelima, secara biologi; menggunakan belatung (maggot) yang sudah direkayasa agar hanya hidup dalam fase belatung untuk memakan jaringan mati pada luka (nekrotomi). Kalau belatungnya sampai jadi laler repot juga ya… Sulit dibayangkan š
[Terimakasih dr. Yos, Sp.BP-RE & dr. Mirna, Sp.BP-RE atas sharing ilmunya]
