Kata mereka… Bro, hidup tuh berat. Makanya rebahan aja dulu, siapa tahu solusi hidup muncul pas lagi tengkurap. Kan siapa juga yang bilang sukses harus capek? Kita tuh generasi realistis. Udah ngerti dunia kerja keras itu nyata, tapi kita lebih ngerti lagi kerja keras belum tentu jadi apa-apa. Jadi ya mending tidur, minimal mimpi bisa jadi apa aja. Lemah sama realita. Tapi ya sudahlah, yang penting ngtidak bikin rusuh. Diam itu emas, rebahan itu berlian. Arah hidup sudah jelas, mau ke tempat paling mudah, paling nyaman, dan paling jauh dari tekanan.
Hidup itu keras, maka rebahanlah. Itulah filosofi anak muda masa kini yang tak lagi mengejar mimpi. Sementara dunia di luar sana orang lain berpacu dengan ambisi, persaingan, dan ketidakpastian masa depan. Mereka memilih diam di tempat dan tetap menyerah. Cita-cita? Tentu punya. Tapi lebih sering jadi status WA atau story IG tanpa langkah, tanpa arah. Semangat itu sungguh melelahkan. Lebih baik menyerah sejak awal daripada lelah berharap. Kalau gagal, ya udah. Kalau berhasil, alhamdulillaah. Parahh…
Daya juang? Ohhh, tentu masih ada. Untuk mempertahankan hak rebahan, bukan mengejar cita-cita. Ini bukan malas, hanya terlalu bijak untuk mengambil risiko. Mereka tahu bahwa setiap usaha bisa gagal, jadi kenapa tidak langsung gagal saja tanpa usaha? Hadeeehh… Dan akhirnya, ketika teman sebayanya mulai meniti karier, membangun usaha, atau lanjut kuliah, mereka tetap kekeuh pada pendiriannya. Tetap menyerah, pantang semangat.
Ingat baik-baik yaa… Rebahan memang nyaman, Bro!! Tapi mimpi tidak akan tercapai dalam posisi horizontal. Kalian tidak harus jadi keren dan hebat sekarang juga, tapi harus mulai action. Dunia tidak akan menunggu siapa pun. Peluang tidak akan datang ke kasur. Rezeki pun lebih banyak berkeliaran di tempat orang yang mau berusaha. Gagal? Ya wajar. Coba lagi. Setiap langkah kecil hari ini bisa jadi pijakan besar besok hari.
Rebahan boleh… tapi setelah kalian berkeringat karena usaha keras buat masa depan. Dua sisi pilihan ada dalam diri kita semua. Kadang capek melanda, kadang malas menyerang, itu manusiawi. Itulah perlunya disiplin, tetap berupaya meski capek, meski malas. Jangan sampai rebahan jadi identitas hidup, Bro. Hidup ini terlalu singkat buat sekedar menunggu, dan terlalu berharga buat disia-siakan.
