by: Zeina Azzam
Berikut adalah sebuah puisi karya Zeina Azzam. Ia adalah seorang penyair, penulis, editor, dan aktivis komunitas Amerika keturunan Palestina. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada https://www.zeinaazzam.com/
“Some parents in Gaza have resorted to writing their children’s names on their legs to help identify them should either they or the children be killed.”
—CNN, 10/22/2023
English: Write My Name
Write my name on my leg, Mama Use the black permanent marker with the ink that doesn’t bleed if it gets wet, the one that doesn’t melt if it’s exposed to heat
Write my name on my leg, Mama
Make the lines thick and clear
Add your special flourishes
so I can take comfort in seeing
my mama’s handwriting when I go to sleep
Write my name on my leg, Mama
and on the legs of my sisters and brothers
This way we will belong together
This way we will be known
as your children
Write my name on my leg, Mama
and please write your name
and Baba’s name on your legs, too
so we will be remembered
as a family
Write my name on my leg, Mama
Don’t add any numbers
like when I was born or the address of our home
I don’t want the world to list me as a number
I have a name and I am not a number
Write my name on my leg, Mama
When the bomb hits our house
When the walls crush our skulls and bones
our legs will tell our story, how
there was nowhere for us to run
Bahasa Indonesia: Tuliskan Namaku
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
Gunakan spidol permanen berwarna hitam
dengan tinta yang tidak luntur jika basah,
yang tidak meleleh jika terkena panas
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
Buatlah garis-garis yang tebal dan jelas
Tambahkan hiasan-hiasan khusus
agar aku merasa nyaman
melihat tulisan tangan ibu menjelang tidur
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
dan di kaki adik-kakakku
Dengan begini kita akan menjadi satu
Dengan begini kita akan dikenal
sebagai anak-anakmu
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
dan tolong tuliskan namamu
dan nama Ayah di kakimu juga
agar kita bisa dikenang
sebagai sebuah keluarga
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
Jangan tambahkan angka apapun
seperti saat aku lahir atau alamat rumah kita
Aku tak ingin dunia mencatatku sebagai angka
Aku punya nama dan aku bukan angka
Tuliskan namaku di kakiku, Ibu
Ketika bom menghantam rumah kita
Ketika dinding-dinding meremukkan tengkorak dan tulang-tulang kita
kaki-kaki kita akan menceritakan kisah kita, bagaimana
tidak ada tempat untuk lari bagi kita
