Kucing Pasar

Setiap kata tidak harus didefinisikan sama. Begitu pula dengannya. Nyaman baginya mungkin punya makna berbeda. Kau bagaimana? Apa definisi nyaman bagimu?

Ia masih muda, panjang kisahnya hingga ia sampai menghuni pasar. Ia tumbuh besar di sana, hafal seluruh seluk beluknya. Penghuni baru dan penghuni lama, ia tahu mereka. Pasar ini memberinya banyak pelajaran berharga.

Ia tangguh dan punya banyak teman. Pendapatnya bijak. Ia yang didengarkan, namun tidak banyak bersuara.

Satu hal yang kurang disukainya adalah si tua rakus yang mengencingi hampir semua lapak di sana. Bangka yang selalu menuntut diperlakukan istimewa. Sepertinya di waktu muda, si tamak pernah menjadi majikan. Si tua telah candu dengan arti memiliki yang ia definisikan sendiri.

Biarkan saja, ia sungguh tak peduli pada si tua. Waktu pasti akan menyelesaikan, takkan lama. Selama masih ada ruang, itu sudah cukup untuknya bersenang-senang. Berbagi sekerat perut ikan dengan bocah-bocah buangan yang kelaparan, sudah sangat membuat hatinya gembira.

Tentu saja ia punya hal yang disukai, tahu rasanya memiliki. Namun, ia yang datang tanpa punya apa-apa dan siapa-siapa, dapat mendefinisikan makna kehilangan dengan lebih baik dan lebih tulus menerima.

Satu lagi, jangan pernah kau intimidasi dia dengan ketakutan, karena sejak masih kecil sekali ia sudah belajar untuk berani. Ia kucing pasar, yang tidak kenal arti majikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *