Dimensi Manusia

Di dunia ini, ada berapa dimensi semuanya? Lalu, aku dan kebodohanku ini berada dimana? Apakah manusia hanya mampu menilai titik, garis dan ruang saja? Kurasa tentu saja tidak demikian.

Kata referensi, manusia hanya dapat mendengar suara pada jangkauan frekuensi 20-20.000 Hertz saja. Mata manusia hanya mampu melihat cahaya dengan jangkauan panjang gelombang 380-750 nanometer saja. Lantas, bukan berarti diluar jangkauan tersebut tidak ada kan?

Sungguh, manusia adalah makhluk lemah dengan segala keterbatasannya. Satu-satunya kelebihan manusia adalah akal pikirannya. Namun kurasa tidak semua orang menggunakannya. Sebagian karena dibebaskan Tuhan untuk itu; orang gila, orang tidur, orang mabuk, orang uzur dan anak-anak. Dan, sebagian lagi mungkin sepertiku, belum tahu caranya.

Afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun, afala ta’lamuun? Manusia sehat disuruh berfikir oleh Tuhan, untuk menemukan hal-hal di luar jangkauannya. Lalu, apa gunanya? Kurasa selain untuk menguatkan keyakinannya kepada Tuhan, tentu saja untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Kau tahu aljabar? kimia? listrik? internet? dan segala hal menakjubkan yang pernah ditemukan manusia? Kurasa penemunya itu adalah orang-orang terbaik. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Adakah yang pernah mendengar kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir? Bagaimana Nabi Khidir dapat melihat apa yang tidak tampak oleh Nabi Musa? Apakah beliau dapat mengindera pada dimensi yang lain? Yang pasti, beliau telah diberkati Tuhan dengan pemahaman ilmu laduni sehingga dapat melihat hikmah segala sesuatu.

Tidak tampak, tidak terdengar, tidak teraba, tidak terasa, bukan berarti tidak ada. Semesta ini sungguh misterius bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *