Laki-laki Cap Buaya

Katanya, buaya itu hewan buas. Tapi yang satu ini lebih buas lagi, bukan karena gigi atau cakarnya, tapi karena perangainya yang dapat membuat hati terluka. Bukan buaya darat yang jalan merayap. Inilah dia, laki-laki cap buaya. Jangan salah, ini bukan tentang reptil yang suka berendam di sungai, tetapi tentang manusia yang hobi nyebur ke hati orang, PHP, lalu pergi berenang ke hati yang lain. Multitalenta.

Laki-laki cap buaya punya keahlian yang luar biasa. Ia lihai menyusun kata-kata manis berbisa yang bikin hati meleleh, walau niatnya sering kali tak semanis ucapannya. “Aku beda kok dari yang lain”,, katanya sambil mengcopypaste chat ke lima orang sekaligus. Efisien, multitasking.

Mereka biasanya muncul di awal sebagai sosok perhatian, romantis, dan penuh niat serius. Biasanya mereka muncul dengan dialog andalan, “Kamu beda dari yang lain”, padahal ternyata yang beda itu ada sepuluh orang. Mirip sales panci, tapi yang dijual bukan barang, melainkan harapan. Sayangnya, itu cuma fase promo. Setelah beberapa waktu, diskon perhatian langsung habis, dan yang tersisa cuma alasan-alasan klasik. Sibuk, banyak pekerjaan, banyak pikiran, atau sesekali pakai template “Kamu terlalu baik buat aku”, haha,, siap-siap saja ditinggal tanpa cashback. Lebih parah lagi, garansi tidak berlaku.

Uniknya, spesies ini pandai menyamar. Kadang tampak seperti pahlawan kesiangan yang siap menolong saat kamu sedih, tapi tiba-tiba hilang saat kamu mulai berharap lebih. Bisa muncul dan menghilang seperti ninja versi cinta. Eitss,, jangan salah, bukan berarti mereka nggak punya hati. Punya kok. Cuma sayangnya, hatinya selalu dalam mode sementara. Jadi jangan heran kalau kamu dianggap tempat singgah, bukan rumah.

Akhir kata, kalau kamu ketemu laki-laki cap buaya, jangan buru-buru baper. Nikmati saja atraksinya sebentar, anggap sebagai hiburan ringan. Tapi ingat, jangan sampai berenang terlalu dalam, nanti tenggelam sendiri.

Dan jangan harap mereka jujur dari awal. Mereka lebih jago akting dari aktor sinetron. Bisa nangis-nangis di telepon sambil bilang “aku cuma mau yang serius”,, padahal baru saja bilang hal yang sama ke orang lain semalam. Multi-user, sistemnya paket keluarga.

Jadi buat kamu yang lagi dekat sama laki-laki soo sweet, yang dulunya selalu gercep balas chat tapi pelan-pelan mulai hilang arah, cek dulu, jangan-jangan kamu lagi diincar buaya. Tenang, kamu bukan satu-satunya korban. banyak orang pernah terjebak pesona buaya yang jagonya bikin percaya, tapi lupa cara bertanggung jawab.

Satu hal yang perlu diingat, buaya ini jarang jujur, bahkan ke dirinya sendiri. Dia pikir dia trauma masa lalu, padahal yang dia trauma itu sebenarnya komitmen. Giliran diseriusin, dia pura-pura sibuk cari jati diri.

Kadang-kadang mereka balik lagi. Setelah hilang entah kemana, tiba-tiba muncul lagi. Kadang mereka mengaku sudah berubah. Katanya, sekarang lebih dewasa. Tapi kalau dicoba lagi, berubahnya cuma tanggal di chat, sikapnya masih sama, manis di awal, hambar di akhir.

Kalau ketemu laki-laki model begini, jangan panik. Nikmati saja prosesnya seperti nonton film horor, deg-degan, tapi endingnya pasti zonk. Jangan sampai kamu nonton dua kali. Soalnya buaya itu bukan nggak bisa jinak. Bisa. Tapi ya bukan tugasmu jadi pawang. Biar dia cari kandangnya sendiri. Tugas kamu? Jalan terus, dan simpan tisu buat yang nanti dia PHP-in lagi.

Lucunya lagi, mereka kadang ngeluh. Katanya, capek dicintai lalu ditinggal. Padahal dia yang duluan menghilang setelah bikin baper setengah mati. Maling yang ngeluh rumah orang gampang dibobol. Ironi.

Laki-laki cap buaya bukan cuma pandai tebar pesona, tapi juga ahli kabur di saat yang tepat. Tepat bagi dia, bukan bagi kamu. Kalau kamu lagi dekat dengan cowok manis yang chatnya bikin meleleh, coba ditahan dulu. Jangan langsung percaya. Cek kadar gulanya, siapa tahu diabetes. Karena komitmen itu butuh kejelasan, bukan cuma perhatian dan emot love tiap malam.

Ingat ya, kalau buaya tersenyum, bukan berarti dia jinak. Kadang dia cuma lapar. Dan kamu, jangan sampai jadi hidangan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *