Hari (bukan nama sebenarnya) adalah mahasiswa drop out dari fakultas psikologi salah satu perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa. Dia dibawa keluarganya karena mengalami agitasi dirumah, kondisinya jelek waktu masuk RSJ saat itu. Seiring perawatan, kondisinya membaik. Dia sudah mau pakai baju, sudah bisa berkomunikasi dengan baik, sehingga diperbolehkan berkeliaran di lingkungan RSJ.
Aku bertemu Hari sekitar 3 kali di sana. Pertama, saat kami para dokter muda mengobrol santai dengan pasien, sambil belajar mengisi status psikiatri. Kedua, sama, mengobrol lagi. Waktu itu dia minta dibawakan Yasin. Ketiga, saat aku memberikan buku Yasin kepadanya. Beberapa pasien kadang meminta sesuatu, seperti permen, dll. Yang paling sering diminta adalah uang seribu.
Beberapa waktu lalu aku melihat Hari lagi setelah berselang belasan tahun. Perawakannya sama, masih kurus, tinggi. Cuma kali ini lebih rapi. Rambut gondrong awut-awutannya sudah berganti pendek, kulitnya lebih bersih. Pakai baju kaos berwarna terang dan celana jins, pakai kaca mata. Waktu itu dia turun dari mobilnya, di daerah sekitar pustaka wilayah.
Sepertinya Hari sudah berhasil melalui masa sulit dan mendapat support positif dari keluarganya. This was really a surprise for me that day. I was so glad to see you Hari.
