Baju kecil yg dipinjam tanpa permisi

Kisah ini tentang sebuah baju kecil berwarna cerah dan sangat lembut. Ia disimpan dalam sebuah kabinet bertingkat di sudut kamar. Baju ini sangat nyaman, terutama untuk kulit bayi.

Seseorang ingin memilikinya juga.

Orang ini, suatu hari dengan sembunyi-sembunyi mengambil baju kecil itu tanpa izin. Untuk ditunjukkan kepada pemilik toko di pasar, agar diberikan barang yang serupa. Namun sungguh sayang, ia tidak berhasil menemukan barang yang persis sama. Ia mendapatkan barang yang mirip.

Setelah beberapa hari, baju itu dikembalikan lagi ke tempatnya. Juga dengan sembunyi-sembunyi. Tanpa pemberitahuan apapun. Bulan dan tahun berlalu, tidak pernah ada izin atas perbuatannya yang lampau itu. Atau mungkin dia sudah melupakannya. Entahlah…

Orang ini, tidakkah berpikir bahwa mengambil tanpa izin itu selayaknya mencuri? Seberapa yakinkah ia bahwa perbuatannya tidak diketahui? Sungguh, tidak semua orang hanya melihat dengan mata kepala. Ada yang dapat melihat hikmah dengan mata hatinya.

Bagaimana jika sejak awal perbuatannya memang sudah diketahui? Tidak malukah orang ini? Mungkinkah dia menganggap perbuatannya ini sesuatu yang sepele? Apakah dia sudah terbiasa demikian? Entah bagaimana dia diajarkan.

Baju kecil sungguh heran, tidak habis pikir. Kenapa orang ini lebih memilih berbohong daripada permisi? Bukankah bohong dapat membuat hati tumpul tidak lagi tahu membedakan mana baik dan buruk? Dibalik itu semua, tidakkah dia ingat,, bahwa ada Tuhan yang Maha Melihat, dan Malaikat yang mencatat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *