Blog

Welcome to my corner of stories.
In a world that’s always rushing, I find peace in slowing down and writing. You’ll find stories sparked by a line in a book, a passing conversation, or a friend’s memory that feels a little like magic. Sometimes, they grow from old bedtime stories. Some come from everyday moments, others from quiet imagination. I write with joy and a bit of learning along the way.
Thank you for stopping by, and happy reading.

Dompet Merah

Guys,,hari ini paketku datang. Sudah unboxing barusan. Baru saja kubuka bungkusnya yang rapi, dan di dalamnya benda berkilau lembut di bawah cahaya. Sebuah dompet merah, cantik sekali. Guys, dompet merah ini bukan bukti kemewahan atau tanda pencapaian. Bukan pula pengumuman keberhasilan atas sesuatu seperti yang sering berseliweran di story orang-orang. Ia hanya penanda bahwa aku …

Retrouvailles

Kemarin, kota tidak berubah, hanya sorenya lebih indah. Di antara suara kendaraan, dan orang-orang berjualan, mata buramku masih bisa mengenalimu. Pun sebaliknya. Tiba-tiba waktu menyusut. Dua puluh lima tahun seperti baru kemarin saja. Waktu itu, saat kita masih muda, kita belum paham betapa cepat waktu berlari. Dan hidup, punya misterinya sendiri-sendiri. Kemarin sore, kita adalah …

Clinical reasoning vs Laboratory reasoning

Ada satu hal yang harus benar-benar dipahami. Bahwa menegakkan diagnosis tidak bisa sekadar membaca angka di kertas laboratorium. Diagnosis ditegakkan melalui rangkuman dan analisis panjang antara intuisi dan bukti, antara apa yang kita lihat dengan mata dan apa yang kita baca dari mesin. Clinical reasoning dimulai sebelum kita menyentuh stetoskop. Dinilai dari detik pertama pasien …

Ini, bukan tentang itu.

Tanpa pernah kita rencanakan, tiba‑tiba saja kita saling berpapasan di jalan. Entah sejak kapan kita beriringan, mengendarai kendaraan masing‑masing berdampingan. Namun ini bukan tentang mengemudikan kendaraan. Mungkin semesta yang mengatur semuanya. Sore hari, ketika lalu lintas sedang ramai‑ramainya, membawa orang-orang pulang. Kita terselip di antara arus itu. Namun ini bukan tentang arus lalu lintas. Kita …

Tempat Singgahan

Cepat atau lambat, entah bagaimana caranya, kita pasti akan berpisah. Mengucapkan selamat tinggal pada tempat ini yang kita namai dunia. Sejak awal, barangkali kita sudah tahu itu, tapi tidak benar-benar hendak mengakui. Kita tumbuh dengan keyakinan bahwa hari esok akan selalu datang, bahwa orang-orang yang duduk di samping kita hari ini akan tetap ada besok …

Menakar rasa manusia

Seberapa dalam seseorang bisa jatuh cinta? Dia ingin memahami batas dari hatinya. Ia pernah berusaha untuk suka pada seseorang, namun pada akhirnya ia sudah hilang rasa. Orang itu senantiasa menyakitinya, hingga ia bahkan tak lagi menaruh harapan karena terlanjur kecewa. Rasa suka yang pada awalnya ia harapkan akan semakin bertambah, menguap hilang begitu saja. Seberapa …

Tumbuh – Berkembang – Tumbang

Kurva pertumbuhan bagi para mikrobiolog ibarat grafik yang sudah dihafal di luar kepala. Setiap kali kultur masuk inkubator, seolah kita menyiapkan panggung bagi kuman untuk menunjukkan drama empat babaknya. Fase lag yang merupakan pemanasan, fase log yang penuh semangat dan ambisi, fase stasioner yang mulai realistis soal hidup, sampai fase kematian yang… yah… namanya juga …

Bukan rindu, itu candu!

Ada sesuatu yang salah dari caraku mengingatmu. Bukan indah seperti kenangan, tapi gelisah seperti kekurangan. Kata orang, itu rindu. Tapi kurasa ini lebih liar dari itu. Rindu sejogyanya masih punya jeda, masih tahu cara berhenti. Sedang aku, seolah menagih sesuatu. Aku pun pernah mengira gelisah ini hanyalah rindu, sampai sadar bahwa rindu menuntun pada pertemuan, …

Dia masih ada

Mereka yang mati, tak pernah sungguh-sungguh mati. Sebagaimana mereka yang hadir, tak pernah sungguh-sungguh ada. Kehidupan dan kematian ternyata bukan sekadar hadir atau tiada, melainkan soal bagaimana jiwa manusia dapat menyentuh ruang di sekitarnya. Mereka yang mati mungkin saja tetap hidup dalam kenangan. Dan, mereka yang hadir namun tak ada, akan menjadi pelajaran tentang nilai …

Gadis Cuci

Entah sejak kapan tumitnya menjadi begitu mengerikan, pecah sangat dalam seperti retakan lumpur saat kemarau panjang. Setiap retaknya bercerita tentang berjam-jam menyikat kain di atas genangan air sabun, mencuci puing-puing cerita orang lain. Entah berapa lama dia sudah mencuci sekian banyak, kemeja, celana, seprei, seragam sekolah, gaun, entahlah. Dia terlalu lelah untuk mengingat hal itu. …