Blog

Welcome to my corner of stories.
In a world that’s always rushing, I find peace in slowing down and writing. You’ll find stories sparked by a line in a book, a passing conversation, or a friend’s memory that feels a little like magic. Sometimes, they grow from old bedtime stories. Some come from everyday moments, others from quiet imagination. I write with joy and a bit of learning along the way.
Thank you for stopping by, and happy reading.

A Walk in One’s Shoes

Before you judge someone, try to have a walk in her/his shoes. Sebelum Kau menghakimi seseorang, cobalah untuk memahami apa yang dia alami. Berjalanlah sejenak dalam sepatunya. Rasakan bagaimana ia menghadapi dunia dengan keraguan yang tak terlihat, dengan kekuatan yang terus diuji. Mungkin saat itu Kau akan mengerti, bahwa di balik tiap keputusan, tiap kata …

When Life Gives You Boh Rambee

When life gives you boh rambee, jangan dibuang. Jangan kau tanya pula kenapa bukan durian. Jangan kau kecewa kenapa bukan manggis. Terimalah. Rasakan. Syukuri. Karena mungkin, itulah bentuk hidup sederhana yang sedang semesta titipkan padamu. Dan dari situ kau akan belajar bahwa hidup tak perlu megah untuk jadi menyenangkan dan layak dikenang. Di ujung sebuah …

Makna Hidup & Rasa Syukur

Hidup ini adalah tentang mencari makna.Kita bukan di sini untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk memberi sebaik-baiknya. Karena hidup yang berharga bukan diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari apa yang diwariskan dalam kebaikan. Hidup ini adalah tentang mencari makna. Kita bukan di sini untuk mengumpulkan harta. Ia hanyalah titipan, bukan tujuan. Ia datang dan pergi …

Perempuan dari Dunia Patriarki

Patriarki, adalah sebuah sistem sosial di mana laki-laki memegang kekuasaan dominan. Baik dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial, dan kendali atas properti. Sistem ini bukan hanya struktur eksternal, namun juga hadir dalam cara berpikir masyarakat. Lanskap sosial yang telah terbentuk selama berabad-abad, meresap hingga ke akar budaya, ekonomi, hukum, bahkan relasi personal. Dalam …

Kilat & Petir

Di atas sana jauh di ketinggian. Ada saatnya, langit hadir bukan dengan awan putih atau cahaya mentari. Ia menaungi bumi dengan kilat dan petir. Keduanya lahir dari awan yang meradang, ion yang bertabrakan, dan muatan listrik yang tak lagi dapat ditahan. Melalui kilat dan petir itu, alam memperlihatkan wajahnya yang liar, bebas, tak tersentuh tata …

Cara Dunia Bekerja

Bertahan Hidup di Planet yang Tidak Mau Mengerti tentang Apa Itu Adil Selamat datang di dunia nyata, tempat di mana logika hanya berlaku kalau kamu kaya, kerja keras tidak selalu berbanding lurus dengan hasil. Dia yang nyolong ayam bisa masuk penjara, tapi yang nyolong dana miliaran malah dapat talkshow. Dunia ini tidak adil dan tidak …

Money Fights Many Battles

Pernah nggak lo duduk tengah malam, lihatin atap terus tiba-tiba mikir “Kalau gue punya banyak duit, hidup gue bakal lebih tenang nggak sih?” Ya, kedengeran klise, tapi realita emang serumit itu. Kita hidup di zaman di mana uang bukan cuma alat tukar, tapi jadi simbol segalanya, kekuasaan, keamanan, eksistensi. Uang seperti tentara bayaran. Bisa lo …

Pakaian & Emisivitas Benda Hitam

The Black Body Emissivity Tentang warna pakaian, ini merupakan topik yang menarik bukan? Beda budaya beda penampilan. Dari… No color rule di Korea; orang-orang Korea yang suka memakai warna netral, mereka tidak ingin tampil menarik perhatian dan tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mix and match. Hingga… The Multicolor Indian; orang-orang India yang suka …

Naming and Shaming

Budaya Luhur dari Zaman Batu hingga Grup WhatsApp Satu fakta tak terbantahkan, manusia adalah makhluk sosial. Saking sosialnya, kadang manusia suka sekali menyebut nama orang yang bikin onar, biar seluruh kerajaan, RT/RW, dan semesta tahu bahwa “Si ini” telah berbuat “itu”. Dari situlah lahir budaya luhur bernama “naming and shaming”, atau kalau di-Indonesiakan “sebut nama, …

Sayur Bening

Ada yang istimewa dari semangkuk sayur bening. Ia jernih, apa adanya, tak banyak bumbu, tak neko-neko. Di balik kesederhanaannya, ia menyimpan filosofi hidup yang dalam. Kontras sekali dengan “jangan sebut namanya”, yang tidak bening, tidak sederhana, dan jelas bukan sayur. Lebih tepatnya, dia seperti panci kosong yang suka mengklaim masakan orang lain sebagai hasil karyanya. …